Beranda Daerah Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Apresiasi Sinergi Pemerintah dan DPRD untuk Perkuat...

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Apresiasi Sinergi Pemerintah dan DPRD untuk Perkuat Pengelolaan BBM di Kaltim

31
0
BERBAGI

Samarinda, Kalimantan Timur — PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Regional Kalimantan mengapresiasi kerja sama pemerintah daerah dan DPRD Kalimantan Timur dalam membangun dialog untuk mencari solusi pengelolaan dan pelayanan BBM bagi masyarakat. Forum rapat dengar pendapat menjadi ruang untuk menghimpun aspirasi, mengevaluasi kondisi di lapangan, serta menyelaraskan langkah perbaikan sesuai kewenangan masing-masing pihak.

Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Isfahani, yang hadir pada Rapat Dengar Pendapat tersebut menyampaikan bahwa keterlibatan pemerintah, baik eksekutif maupun legislatif, sangat berarti dalam mendukung penyaluran BBM dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami mengapresiasi kesempatan untuk duduk bersama pemerintah daerah dan DPRD Kalimantan Timur. Setiap masukan sangat berharga bagi perbaikan pengelolaan energi di Kalimantan Timur. Kami memahami harapan masyarakat terhadap pelayanan BBM yang lebih baik. Melalui sinergi ini, kami ingin menyelaraskan langkah yang dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi di masing-masing wilayah,” ujar Isfahani.

Menurut Isfahani, pengawasan merupakan aspek penting yang dapat dilakukan agar penyaluran dapat tepat guna.

“Penindakan terhadap pelanggaran telah dilakukan. Konsumen yang tidak layak membeli atau melakukan pembelian berulang menjadi salah satu hal yang perlu diperkuat regulasinya saat ini. Dengan pemahaman itu, kita bisa melihat faktor-faktor yang perlu diperhatikan bersama dan membutuhkan dukungan dari semua pihak,” jelas Isfahani.

Isfahani juga menambahkan bahwa peran pengawasan membutuhkan dukungan dari semua pihak, “Pengawasan terhadap kegiatan di SPBU bisa dilakukan bersama-sama dengan masyarakat. Jika menemukan dugaan pelanggaran, masyarakat dapat melaporkannya ke 135 atau kepada aparat yang memiliki kewenangan,” tambahnya.

Di tempat terpisah, Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menyampaikan bahwa Pertamina mendukung koordinasi pengawasan bersama pemerintah daerah dan aparat terkait agar penyaluran BBM bersubsidi sesuai ketentuan dan tepat sasaran. Masukan dalam forum tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan dan menentukan tindak lanjut yang dapat dilaksanakan.

“Kami berterima kasih atas perhatian dan dukungan seluruh pihak. Sinergi ini menjadi bagian penting dari upaya bersama untuk melayani kebutuhan masyarakat. Kami juga mengajak masyarakat menggunakan BBM secara bijak sesuai kebutuhan,” tambah Edi.

Pertamina telah melakukan sejumlah langkah penguatan pelayanan di Kalimantan Timur, antara lain menambah SPBU yang melayani Pertalite, menyesuaikan penggunaan tangki untuk Pertalite, serta menambah nozzle dan petugas pelayanan. Pengaturan kendaraan di area SPBU juga didukung petugas untuk membantu kelancaran pelayanan.

Pada sisi distribusi, penguatan dilakukan melalui penyesuaian jam operasional terminal BBM dan penerapan pelayanan 24 jam di sejumlah SPBU. Evaluasi terhadap langkah-langkah tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan alokasi BBM, kesiapan pasokan, jadwal pengiriman, serta kemampuan operasional di setiap lokasi.

Sales Area Manager Retail Kaltimut PT Pertamina Patra Niaga, Narotama Aulia Fazri, menjelaskan bahwa ketersediaan stok dan kuota penyaluran merupakan dua hal yang berbeda. Stok berkaitan dengan ketersediaan fisik BBM, sedangkan penyaluran Pertalite dan Biosolar tetap mengikuti kuota yang ditetapkan.

“Pengiriman ke SPBU kami atur dengan memperhatikan kuota dan kebutuhan penyaluran. Bersamaan dengan itu, kami mengoptimalkan sarana pelayanan, termasuk penggunaan nozzle Pertalite dan penambahan operator, agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih baik,” jelas Narotama.

Ia menambahkan bahwa pengembangan pelayanan 24 jam perlu dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kesiapan setiap SPBU dan rantai pasok yang mendukungnya.

“Penambahan SPBU yang melayani 24 jam perlu diselaraskan dengan kesiapan pasokan di terminal, siklus kedatangan kapal, pengiriman mobil tangki, serta kesiapan petugas. Hal ini terus kami evaluasi dan koordinasikan agar penguatan pelayanan dapat didukung penyaluran yang berkesinambungan,” tutup Narotama.(AdminPena)

Sumber: Humas PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan

Share Now

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here