Beranda Daerah Penguatan Ekonomi Syariah Berkelanjutan di Kaltim Melalui ISEF 2026

Penguatan Ekonomi Syariah Berkelanjutan di Kaltim Melalui ISEF 2026

31
0
BERBAGI
Opening Ceremony ISEF 2026

Samarinda, Kalimantan Timur – Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 memperkuat kolaborasi untuk mengembangkan industri halal, memperluas layanan keuangan syariah, serta meningkatkan pemanfaatan dana sosial dan teknologi digital. Mengusung semangat “Kebaikan untuk Semua”, penyelenggaraan ISEF menjadi momentum untuk memperluas manfaat ekonomi syariah bagi masyarakat sekaligus mendukung posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia. ISEF ke-13 berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 lalu di Jakarta International Convention Center (JICC), dengan tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”. Dalam pembukaannya pada 14 Oktober 2026 lalu, penguatan kerja sama antarpemangku kepentingan menjadi perhatian utama untuk mengoptimalkan potensi ekonomi syariah.

Agenda tersebut mencakup peningkatan kapasitas industri halal dan UMKM, akses pembiayaan, serta literasi dan inklusi keuangan syariah. Pada momentum ini, Bank Indonesia juga memperkenalkan tiga inisiatif, yakni pedoman perilaku transaksi pasar keuangan syariah atau Islamic Financial Market Code of Conduct (ICoC), pembaruan indeks penerapan prinsip utama zakat atau Zakat Core Principles (ZCP) 2.0, serta beasiswa internasional berbasis dana sosial syariah. Ketiganya mendukung penguatan tata kelola, kredibilitas pasar, dan kualitas sumber daya manusia dalam ekosistem ekonomi syariah.

Sejalan dengan arah pengembangan tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur turut berpartisipasi dalam ISEF 2026 dengan menghadirkan UMKM produk halal, pelaku usaha fesyen, dan pesantren unggulan untuk memperkenalkan potensi ekonomi syariah daerah sekaligus memperluas promosi, jejaring usaha, dan akses pasar. Pada sektor produk halal, Kaltim menghadirkan Qisbelin, Abon Jaya Mandiri & Snack, Sekatup Teh Gaharu, Osadha Nusantara, dan Samarinda Nest yang memperkenalkan keragaman produk daerah kepada pengunjung dan calon mitra usaha.

Dukungan terhadap pengembangan industri modest fashion diwujudkan melalui partisipasi tiga desainer Kaltim, yakni You.Eky, Anisdhya, dan Ratie, yang menampilkan karya mereka dalam peragaan busana Indonesia International Modest Fashion (IN2MF). Keikutsertaan tersebut menjadi ajang untuk memperkenalkan kreativitas dan keunikan fesyen Kaltim sekaligus membuka peluang kemitraan, memperluas akses pasar, serta mendorong pengembangan produk fesyen bernilai tambah. Sementara itu, program transformasi UMKM, pesantren dan rantai nilai halal dari Pondok Pesantren Istiqamah Muhammadiyah menjadi potensi usaha unggulan pesantren sekaligus menjajaki peluang kolaborasi dalam pengembangan kegiatan ekonomi produktif yang mendukung kemandirian pesantren.

Partisipasi Kaltim dalam ISEF 2026 turut diwarnai prestasi membanggakan pada ajang Indonesia International Halal Chef Competition. Najma Ulya meraih Juara I Kategori Pondok Pesantren, sementara Hadi Pradita meraih Juara II Kategori Profesional. Capaian ini menunjukkan potensi dan daya saing sumber daya manusia Kaltim dalam pengembangan kuliner halal, baik dari lingkungan pesantren maupun kalangan profesional. Prestasi tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi santri dan pelaku industri kuliner daerah untuk terus meningkatkan kompetensi, kreativitas, serta kualitas produk dengan mengangkat kekayaan cita rasa dan bahan pangan lokal.

Keberhasilan ini diharapkan turut memperkuat pengenalan potensi kuliner halal Kaltim serta membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan industri halal yang bernilai tambah dan berdaya saing.

Momentum ISEF 2026 semakin memperkuat sinergi Bank Indonesia dengan pemerintah daerah, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), lembaga keuangan syariah, pesantren, serta pemangku kepentingan lainnya dalam mengembangkan ekonomi syariah Kaltim.

Penguatan kapasitas UMKM, pemenuhan standar dan sertifikasi halal, perluasan akses pembiayaan, serta pengembangan jejaring pemasaran menjadi aspek penting agar potensi daerah dapat memberikan nilai tambah dan manfaat ekonomi yang berkelanjutan. Dengan semangat “Kebaikan untuk Semua”, pengembangan ekonomi syariah diharapkan turut membuka peluang usaha, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Timur.(AdminPena)

Sumber: Humas BI KPW Kaltim

Share Now

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here