Beranda Daerah Kukar Jadi Salah Satu dari 10 Wilayah Terpilih di Indonesia, Bupati Aulia...

Kukar Jadi Salah Satu dari 10 Wilayah Terpilih di Indonesia, Bupati Aulia Buka Gemini Academy Awards 2026

29
0
BERBAGI
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri memberikan sambutan saat membuka secara resmi Festival Lokal Berdampak Gemini Academy Awards 2026 di Gedung Puteri Karang Melenu (PKM), Kecamatan Tenggarong Seberang, Selasa (27/10/2026).

Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menorehkan pencapaian signifikan di kancah nasional dalam bidang transformasi digital pendidikan. Kukar dipercaya menjadi salah satu dari 10 kabupaten/kota terpilih di Indonesia yang sukses menggelar Festival Lokal Berdampak Gemini Academy Awards 2026.

Ajang bergengsi ini dibuka secara resmi oleh Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, di Gedung Puteri Karang Melenu (PKM), Kecamatan Tenggarong Seberang, Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat literasi digital, mengoptimalkan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta mendongkrak kreativitas tenaga pendidik dalam proses pembelajaran.

Ketua Panitia Emy Rosana Saleh menjelaskan, festival ini merupakan hasil kolaborasi Direktorat Jenderal terkait di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Revo Indonesia, salah satu mitra Google terbesar di tanah air.

Dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia, terpilihnya Kukar tidak terlepas dari rekam jejak daerah dalam membangun ekosistem pendidikan digital. Sebelumnya, Kukar telah mencatatkan sejarah sebagai Distrik Rujukan Google pertama di Indonesia pada 2025, serta peraih penghargaan pelopor transformasi digital dari Kemendikbudristek pada 2024 melalui Komunitas Belajar Kukar Pintar Idaman (KBKPI).

Festival yang diikuti oleh 200 peserta terdiri atas 40 fasilitator dan 160 tenaga pendidik dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK ini memberikan pelatihan intensif mengenai pemanfaatan teknologi Gemini. Para guru diajak mengeksplorasi berbagai fitur mutakhir, seperti Gemini in Classroom, Storybook, Prompting, Deep Research, hingga NotebookLM.

Menanggapi masifnya adopsi teknologi di ruang kelas, Bupati Aulia Rahman Basri menegaskan bahwa kehadiran kecerdasan buatan harus diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti peran guru. Menurutnya, sentuhan emosional dan keteladanan seorang pendidik adalah hal mutlak yang tidak dimiliki oleh mesin.

“Guru merupakan kunci kesuksesan anak-anak kita. Infrastruktur bisa kita kejar, tetapi guru tetap menjadi ujung tombak pendidikan,” ucap Aulia.

Ia juga memastikan komitmen Pemerintah Kabupaten Kukar terhadap sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama di tengah tantangan fiskal daerah. Hal tersebut dibuktikan melalui alokasi anggaran pendidikan yang mencapai 21 persen dari APBD, yang turut menyentuh aspek kesejahteraan guru, pembayaran Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP), hingga program beasiswa kedokteran dan sekolah kedinasan.

Lebih lanjut, Aulia menekankan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui penguasaan teknologi merupakan fondasi strategis dalam menyongsong transformasi ekonomi daerah.

Ke depan, Kukar secara bertahap tengah mengalihkan tumpuan ekonominya dari sektor ekstraktif (tambang dan migas) menuju sektor berkelanjutan seperti pariwisata, pertanian, dan ekonomi hijau.

Untuk mewujudkan kemandirian tersebut, Bupati mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dan meninggalkan ego sektoral.

“Kita ingin membangun fondasi yang kuat agar transformasi ekonomi benar-benar terwujud. Di Kutai Kartanegara, yang ingin kita bangun bukanlah seorang superhero, melainkan super team yang bersama-sama membawa kemajuan bagi daerah,” pungkasnya.(Adv/Diskominfo Kukar)

Share Now

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here