Beranda Daerah Disdikbud Kukar Gandeng Komunitas Takiru Rutin Gelar Ekspresi Budaya

Disdikbud Kukar Gandeng Komunitas Takiru Rutin Gelar Ekspresi Budaya

30
0
BERBAGI
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Muhammad Saidar

Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mengoptimalkan fungsi ruang publik sebagai panggung ekspresi seni dan pusat interaksi sosial masyarakat. Langkah strategis ini ditempuh dengan menggandeng komunitas seni lokal untuk mendekatkan nilai-nilai kebudayaan kepada masyarakat luas.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Muhammad Saidar, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini memiliki lima pilar program utama yang berorientasi pada pemajuan kebudayaan daerah. Program tersebut mencakup pengelolaan kebudayaan, perlindungan kesenian tradisional, pelestarian cagar budaya, hingga penguatan ekosistem seni di tingkat lokal.

Menurut Saidar, program ekspresi budaya di ruang publik merupakan wujud nyata dalam menerjemahkan visi kepala daerah untuk merawat warisan tradisi sekaligus memberikan ruang kreasi bagi para seniman.

“Untuk saat ini, salah satu kegiatan yang aktif kami dukung berada di Taman Musik Tenggarong bersama Komunitas Takiru. Mereka rutin menggelar pementasan seni dan budaya setiap malam Minggu,” ujar Saidar, Rabu (28/10/2026).

Kehadiran pementasan rutin di Taman Musik Tenggarong tidak hanya berfungsi sebagai wadah apresiasi seni, tetapi juga berhasil menghidupkan fasilitas publik agar memiliki nilai tambah bagi aktivitas warga dan generasi muda.

Menariknya, penguatan ekosistem seni ini tidak hanya berpusat di kawasan perkotaan Tenggarong. Aktivitas serupa juga berkembang mandiri di tingkat grassroot, seperti di Kecamatan Loa Kulu, di mana para penggiat seni setempat menggelar kegiatan kebudayaan secara konsisten dengan dukungan pendanaan dari pemerintah desa.

Meski bersumber dari pos anggaran yang berbeda—antara dukungan langsung Disdikbud Kukar di Tenggarong dan sokongan pemerintah desa di Loa Kulu—Saidar menilai hal tersebut sebagai bukti kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam memajukan kebudayaan daerah.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Keterlibatan aktif komunitas dan penggiat seni adalah kunci agar pelestarian kebudayaan dapat berjalan secara berkelanjutan dan menyentuh langsung masyarakat,” katanya.

Melalui sinergi yang terbangun antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan komunitas seni, Disdikbud Kukar menargetkan ruang-ruang publik dapat bertransformasi menjadi pusat edukasi kultural.

“Ke depan, saya berharap kegiatan ekspresi budaya ini mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap tradisi lokal, sekaligus memperkuat identitas kebudayaan di Kutai Kartanegara di tengah arus modernisasi,” pungkasnya.(Adv/Diskominfo Kukar)

Share Now

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here