
Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri, memimpin langsung Rapat Koordinasi dan Evaluasi Penyelenggaraan Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara di Ruang Rapat Rumah Jabatan Bupati Kukar, Sabtu (31/10/2026). Rakor ini secara khusus menyoroti dua agenda krusial, yakni evaluasi capaian 12 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kesehatan dan capaian imunisasi tahun 2026.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar per Triwulan III 2026 yang dipaparkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Ismi Mufiddah, rata-rata capaian 12 SPM Kesehatan Kabupaten Kukar baru menyentuh angka 63,1 persen. Sorotan tajam diarahkan pada pelayanan Usia Produktif yang menjadi pekerjaan rumah besar untuk deteksi dini penyakit tidak menular.
Menanggapi rapor tersebut, Bupati Aulia memberikan peringatan keras kepada seluruh jajaran Dinkes dan Kepala Puskesmas agar tidak memandang angka persentase tersebut sebagai laporan administratif semata.
“SPM ini bukan sekadar angka laporan. Ini nyawa. Ibu hamil, bayi, balita, penderita hipertensi dan diabetes itu ada orangnya di Kukar,”* kata Aulia.
Selain capaian SPM yang masih di bawah target, evaluasi sektor imunisasi turut menunjukkan tantangan besar. Dari total sasaran Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) yang menyasar sekitar 5.890 anak dari 30 indikator imunisasi yang dievaluasi, tercatat hanya satu indikator yang masuk kategori sangat baik, yakni HPV Rutin Kelas 5 sebesar 81,7 persen.
Sementara itu, sebanyak 15 indikator berada di kategori baik, 10 indikator memerlukan percepatan, dan 4 indikator masuk dalam kategori darurat atau sangat perlu percepatan. Kondisi paling mengkhawatirkan terlihat pada cakupan DT Kelas 1 yang masih 0 persen serta TD Kelas 2 yang baru mencapai 2,2 persen.
Bupati Aulia menilai rendahnya capaian pada sektor skrining usia produktif yang baru mencapai 25,4 persen menunjukkan bahwa kerja-kerja preventif di tingkat lini terdepan belum berjalan maksimal.
“Kalau capaian usia produktif baru 25,4%, berarti skrining kita belum jalan maksimal. Saya minta Kadis Kesehatan dan semua Kapus turun, jemput bola,” ujarnya.
Guna memastikan seluruh fasilitas kesehatan bergerak masif dan mengejar target nasional agar capaian SPM dapat menyentuh 100 persen pada akhir tahun 2026.
Bupati Aulia mematok tiga instruksi dan langkah konkret yang wajib dijalankan, diantaranya ialah fokus pada indikator belum tercapai, integrasi lintas program dan validasi data akurat yang riil dilapangan.
“Integrasikan dengan program imunisasi dan posyandu, jangan jalan sendiri-sendiri, serta perbaiki validasi data by name by address agar tidak ganda dan lebih akurat,” pungkasnya.
Melalui evaluasi menyeluruh ini, komitmen seluruh Kepala Puskesmas dan fasilitas kesehatan di Kukar dituntut untuk meningkatkan performa pelayanan demi mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal di Bumi Etam.(Adv/Diskominfo Kukar)






