Beranda Daerah Suntik Anggaran Rp 2,5 Miliar, Pemkab Kukar Targetkan Waterboom Pulau Kumala Beroperasi...

Suntik Anggaran Rp 2,5 Miliar, Pemkab Kukar Targetkan Waterboom Pulau Kumala Beroperasi Lebaran 2027

29
0
BERBAGI
Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin

Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mematangkan langkah revitalisasi Pulau Kumala untuk mengembalikan kejayaannya sebagai ikon dan pusat pariwisata daerah. Salah satu fasilitas unggulan yang tengah dikejar penyelesaiannya yakni wahana waterboom, yang ditargetkan mulai dibuka bagi wisatawan pada momen libur Lebaran 2027 mendatang.

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, mengungkapkan bahwa tahapan pembangunan fisik wahana air tersebut kini telah memasuki fase pengadaan pekerjaan lanjutan. Pemkab Kukar bahkan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,5 miliar demi menuntaskan seluruh fasilitas pendukung wahana.

Meskipun pemenang lelang proyek sudah ditetapkan, pengerjaan di lapangan masih menunggu penyelesaian proses administrasi kontrak dari instansi teknis terkait.

“Harusnya kemarin, bersama Pak Bupati, liburan Lebaran tahun 2027 itu kita sudah bisa menikmati. Nah, ini uangnya ada, sudah dilelang. Tinggal kontrak, kontraknya belum dibuatkan,” ujar Rendi, Jumat (30/10/2026) malam kemarin.

Pembangunan waterboom di pulau yang terletak di tengah Sungai Mahakam tersebut dilakukan secara bertahap. Meskipun konstruksi utama telah berdiri, Pemkab Kukar menegaskan tidak akan terburu-buru membuka wahana sebelum seluruh standar aspek keselamatan pengunjung terpenuhi.

Rendi menyebutkan bahwa pekerjaan lanjutan bernilai miliaran rupiah ini akan difokuskan pada penyempurnaan sarana penunjang, khususnya sistem keamanan area kolam renang.

“Fasilitas pendukung, terutama yang berkaitan dengan keamanan kolam, harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum waterboom dibuka dan bisa dinikmati pengunjung,” katanya.

Guna mencegah keterlambatan yang berlarut-larut, pihak pemkab akan segera menggelar koordinasi intensif bersama perangkat daerah terkait agar penerbitan kontrak dapat dituntaskan dalam waktu dekat.

elain percepatan fisik, Pemkab Kukar turut mematangkan opsi skema tata kelola operasional waterboom agar tidak membebani APBD dan dapat berjalan secara berkelanjutan. Pemerintah daerah membuka peluang pengoperasian oleh satu entitas perusahaan khusus, pengelola kawasan Pulau Kumala, maupun melalui mekanisme sewa pihak ketiga.

Revitalisasi Pulau Kumala yang sempat mengalami penurunan kunjungan wisatawan ini diharapkan menjadi titik balik kebangkitan pariwisata Tenggarong. Dulu, pulau ikonik ini menyedot ribuan pengunjung lewat wahana menara pandang, permainan keluarga, hingga sarana penginapan.

“Peningkatan kunjungan wisatawan juga diharapkan memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi di sekitar kawasan, termasuk bagi pelaku usaha kuliner dan UMKM,” pungkasnya.(Adv/Diskominfo Kukar)

Share Now

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here