Beranda Daerah Pemkab Kukar Kaji Skema Bioskop Berkualitas seperti di Berau dan Tabalong

Pemkab Kukar Kaji Skema Bioskop Berkualitas seperti di Berau dan Tabalong

31
0
BERBAGI
Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin

Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mematangkan rencana pembentukan fasilitas bioskop di Kecamatan Tenggarong. Tak melulu harus mengandalkan jaringan bioskop besar seperti XXI, pemkab membuka opsi kerja sama dengan pengelola alternatif yang terbukti sukses di sejumlah daerah.

Rencana menghadirkan fasilitas layar lebar ini diproyeksikan menjadi sarana rekreasi baru sekaligus melengkapi infrastruktur hiburan di Ibu Kota Kabupaten Kukar, sehingga warga Tenggarong tidak perlu lagi bepergian ke luar daerah hanya untuk menonton film.

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, mengungkapkan bahwa pembahasan rencana pembangunan bioskop kini berfokus pada penjajakan model pengelolaan dan pola kerja sama yang tepat. Pemkab Kukar berkomitmen memastikan fasilitas ini tidak hanya diminati masyarakat, tetapi juga memiliki prospek bisnis yang berkelanjutan.

“Percuma ada bioskop tapi merugikan untuk kita. Tapi ini pastinya bioskopnya tidak kalah juga happening-nya di tempat itu dan juga kualitasnya tidak kalah dengan brand yang sudah besar,”* ujar Rendi, Jumat (30/10/2026) Kemarin.

Sebagai bahan komparasi dan pertimbangan, Rendi mencontohkan beberapa daerah seperti Berau, Tabalong, dan Batulicin yang telah memiliki fasilitas bioskop berkualitas meski tanpa menggandeng jaringan XXI. Model operasional di wilayah-wilayah tersebut terbukti mampu menyajikan bioskop modern dengan sistem pemesanan online serta kualitas ruangan yang setara.

“Berau, Tabalong, Batulicin. Dia tidak ada XXI, tapi dia punya bioskop yang setara. Kemudian online, kualitas room nya juga sama,” katanya.

Ia menegaskan, keberadaan bioskop harus diperhitungkan dengan matang dari aspek kemandirian ekonomi. Pemkab Kukar menghindari pembangunan sarana publik yang pada akhirnya justru membebani keuangan daerah akibat tata kelola operasional yang kurang ideal.

Gagasan menghadirkan bioskop di Tenggarong sebenarnya telah bergulir sejak 2025 lalu. Selain memenuhi ketersediaan sarana rekreasi publik, pengoperasian bioskop ini diyakini mampu memicu multiplier effect bagi perekonomian warga di sekitar kawasan perkotaan Tenggarong.

Aktivitas menonton film diperkirakan akan menghidupkan sektor perdagangan lokal, pusat kuliner, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Pemkab Kukar berharap penjajakan bersama calon mitra pengelola yang kompeten dapat segera menemukan kesepakatan akhir, sehingga impian masyarakat untuk menikmati hiburan sinema di daerah sendiri bisa terwujud dalam waktu dekat.

“Yang penting bisa ada bioskop di Tenggarong,” pungkasnya.(Adv/Diskominfo Kukar)

Share Now

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here