Beranda Daerah HUT ke-27 Kutai Barat, Bupati Edwin Perkenalkan Batik Tulis Itah Otur

HUT ke-27 Kutai Barat, Bupati Edwin Perkenalkan Batik Tulis Itah Otur

29
0
BERBAGI
Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin dalam acara launching Batik Itah Otur.

Kutai Barat, Kalimantan Timur – Bupati Kutai Barat Frederick Edwin resmi meluncurkan Batik Tulis Itah Otur sebagai wastra khas daerah dalam rangkaian malam penutupan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutai Barat 2026 di Taman Budaya Sendawar (TBS), Kamis (5/11/2026) malam. Karya tersebut diharapkan menjadi identitas budaya sekaligus membuka peluang pengembangan industri kerajinan lokal.

Peluncuran Batik Tulis Itah Otur menjadi langkah pemerintah daerah dalam memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Kutai Barat melalui karya batik tulis. Motif tersebut lahir dari kreativitas seniman lokal asal Intu Lingau dan dikembangkan sebagai salah satu identitas wastra daerah.

Batik Tulis Itah Otur merupakan karya desain Hendra yang berhasil meraih Juara I dalam Lomba Desain Batik Khas Kutai Barat Tahun 2026. Kompetisi tersebut diselenggarakan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kutai Barat sebagai upaya menggali potensi dan kreativitas perajin lokal.

Dalam sambutannya, Edwin menyampaikan kebanggaan atas lahirnya karya batik khas Kutai Barat. Menurutnya, kehadiran Batik Tulis Itah Otur menunjukkan potensi seni dan budaya daerah yang dapat terus berkembang melalui kreativitas masyarakat.

“Hal ini membanggakan karena di hari yang penuh bahagia ini, seniman batik kita kembali membuktikan bahwa Kutai Barat sangat eksotis. Melalui karya kreatif salah seorang seniman kita dari Intu Lingau, Dekranasda mewadahi dan mendorong seniman batik Kubar untuk terus menghasilkan inovasi batik tulis,” ungkap Edwin.

Dia juga memberikan apresiasi kepada Dekranasda Kutai Barat yang konsisten mendukung pengembangan produk kerajinan dan wastra lokal. Dukungan tersebut dinilai penting untuk memberikan ruang bagi para seniman dan perajin dalam menghasilkan karya yang memiliki karakter serta ciri khas daerah.

Komitmen pengembangan kerajinan lokal juga terlihat dari capaian Dekranasda Kutai Barat yang berhasil meraih Juara Harapan III dalam ajang Dekranasda Kaltim Award Tahun 2026.

Edwin berharap pencapaian tersebut dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas produk kerajinan daerah. Dia meminta Dekranasda terus memperkuat program pembinaan dan pendampingan agar potensi perajin lokal semakin berkembang.

“Saya berpesan agar Dekranasda semakin mengembangkan dan meningkatkan eksistensinya melalui program-program yang semakin tajam dan berkualitas, terlebih dalam mendorong tumbuh kembang serta pelestarian budaya wastra Kutai Barat,” pesannya.

Dorong Perajin Lokal Kembangkan Wastra

Menurut Edwin, pengembangan Batik Tulis Kutai Barat harus dilakukan secara berkelanjutan. Peluncuran produk tersebut diharapkan menjadi awal untuk menggali lebih banyak potensi motif lokal yang dapat diangkat menjadi karya kerajinan bernilai budaya dan ekonomi.

Sinergi antara pemerintah daerah, Dekranasda, seniman, dan perajin juga diperlukan untuk meningkatkan kualitas produksi. Selain itu, perluasan pemasaran menjadi bagian penting agar batik khas Kutai Barat semakin dikenal masyarakat luas.

Dia turut mengajak masyarakat menunjukkan kecintaan terhadap budaya daerah melalui penggunaan produk wastra lokal. Kebanggaan mengenakan batik khas daerah diharapkan dapat membantu menjaga keberadaan karya para seniman dan perajin.

“Mari kita bangga mengenakan wastra Kubar sebagai bagian dari identitas diri,” ajak Edwin.

Melalui peluncuran Batik Tulis Itah Otur, pemerintah daerah berharap semakin banyak seniman dan perajin yang terinspirasi menghasilkan karya kreatif dengan mengangkat kekayaan budaya Kutai Barat.

Pengembangan batik khas daerah juga diharapkan memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Sektor kerajinan memiliki peluang untuk berkembang menjadi salah satu sumber usaha baru, terutama bagi pelaku UMKM dan perajin lokal.(Adv/Diskominfo Kubar)

Share Now

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here